INFO RIAU — Warga nelayan di perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, digegerkan dengan penemuan 10 mayat tanpa identitas yang diduga merupakan korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Penemuan itu terjadi dalam kurun waktu sekitar sepekan terakhir di sejumlah titik perairan yang berbeda.

Mayoritas jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, yakni telah membengkak, rusak, bahkan sebagian kehilangan anggota tubuh. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi korban menjadi sangat sulit.
“Mayat-mayat ini ditemukan secara terpisah oleh nelayan di beberapa titik perairan. Kondisinya sudah tidak utuh, sehingga belum bisa dipastikan identitasnya,” ujar salah seorang petugas di lokasi, Minggu (7/12/2025).
Baca Juga : Rohil Terima Rp1,5 Triliun Dana Transfer 2026, Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas
Ditemukan Hanyut dari Laut Lepas
Berdasarkan keterangan para nelayan, sebagian jenazah ditemukan dalam posisi hanyut terbawa arus laut. Diduga kuat, korban berasal dari luar wilayah Riau dan terbawa arus hingga masuk ke perairan Rohil.
“Sebagian besar ditemukan dalam kondisi terapung. Ada yang tersangkut jaring nelayan, ada juga yang terlihat mengapung di sekitar perairan dangkal,” ungkap seorang nelayan setempat.
Pihak berwenang menduga kuat bahwa para korban merupakan korban bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, mengingat dalam beberapa waktu terakhir wilayah tersebut dilaporkan mengalami cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Setiap jenazah yang ditemukan langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari nelayan, aparat kepolisian, dan pemerintah setempat. Jenazah kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun karena kondisi jenazah yang sudah rusak parah, proses identifikasi belum membuahkan hasil.
“Kami masih berupaya mengumpulkan data dan mencocokkan dengan laporan orang hilang dari daerah lain, khususnya Sumut,” kata petugas.
Sebagian jenazah terpaksa dimakamkan setelah pemeriksaan karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan untuk disimpan lebih lama.
Warga Diimbau Tetap Tenang
Pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait identitas para korban. Warga juga diminta untuk segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan atau jenazah lain di perairan.
“Kami berharap masyarakat segera melapor jika menemukan hal serupa, agar bisa segera ditangani secara manusiawi,” ujar perwakilan pemerintah setempat.
Dugaan Berkaitan Bencana Alam
Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan asal-usul jenazah. Koordinasi lintas daerah dengan pihak Sumatera Utara juga terus dilakukan guna mencocokkan data korban hilang akibat bencana.
Pemerintah daerah berharap proses identifikasi bisa segera menemukan titik terang, sehingga para korban dapat diketahui identitasnya dan diserahkan kepada pihak keluarga.










